Pages

Kamis, 08 Februari 2018

Kerja di rantau #1

Pertama ingin ucapakan ... Alhamdulillah~
Masalah di blog akhirnya teratasi dan ku bisa lihat postingan yang lama.
Jadi, ku urungkan niat pindah ke web sebelah kalo begitu.
Thank you, blogspot :*

Menurut KBBI, rantau berarti daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; negeri asing.
Sudah berapa lama merantaunya, ri?
Sudah sembilan bulan terhitung dari awal April 2017.

Ada kalanya saya senang masih bisa ke Bandung dengan waktu tempuh 2-3 jam perjalanan.
Ada kalanya saya sedih karena jauh dari Orang Tua yang mulai sepuh.
Ada kalanya saya bosan karena hidup di sini tidak semenyenangkan hidup ketika merantau kuliah.

Berbulan di sini masih tidak bisa menemukan apa yang saya cari. Sesuatu yang setidaknya membuat saya puas di luar faktor materiil ya. Seminggu sekali ke tempat mengajar yang jaraknya 25 km dari kostan namun yang hadir tidak sampai 1/3 nya membuat saya tergelitik.
"mereka ini niat mau sekolah tidak sih?" batin saya ketika yang hadir hanya 8 orang dari 32 nama yang tercatat di daftar hadir.
Sekedar informasi, saya mengajar di program studi Budidaya Perikanan tingkat D-I yang dibiayai Pemerintah Daerah setempat bagi warganya. Ketidakhadiran mahasiswa/i ini menyurutkan semangat saya selaku pengajar yg (masih) idealis.

Saya bersyukur tidak kerap kali membolos saat kuliah dulu. Rasanya ingin meringis setiap mengingat bagaimana rasanya mengajar tapi mahasiswa/i yang hadir hanya sedikit.
Tantangan jarak saya tempuh pulang dan pergi ke tempat mengajar biarpun saya tahu yang hadir bisa dihitung menggunakan jari.

Hal lain yg bikin makin meringis, teman kantor yang membuat saya banyak-banyak istighfar. 
Profesionalitasnya bikin saya geleng-geleng kepala dan membuat saya bertanya kenapa masih dipertahankan. Jenuh dan muak. Sungguh.

Banyak hal yang bisa saya ambil hikmahnya di tempat kerja sekarang:
- Lebih tua di tempat bekerja bukan berarti membuatmu minim salah dan tidak bisa diberi masukan.
- Idealismu yang kadang buatmu kecewa maka atur-atur saja agar tidak stres sendiri. :'}
- Cari pengalihan ataupun hobi yang bisa menyelamatkanmu dari kemuakan yang kamu rasakan.

Hidup di luar kampung halaman itu ga selamanya buruk pun ga selalu baik.
Namun, selama niatmu baik, mudah-mudahan segalanya bisa berjalan baik.
Aamiin.


Jumat, 08 Desember 2017

Should I Move Out to Another Place ?

Holaho.
It's sooooo long time since the last post, isn't it?

Sebenernya pingin sering2 nulis di sini, tapi ada kendala teknis di tampilan home blog saya, jadi yha kendala itu bikin mager untuk nulis sementara waktu.


Kendalanya berkaitan dengan scrolling bar di layar kanan sama sekali ga bisa digerakan hingga akhir post (misal yg ditampilkan 10 post), nah yang tampil di layar saya itu cuma 5-6 post teratas aja. Padahal kalo bisa discrolling sampe bawah, post saya ada sekitar 100-an kalo ditotal. So, here i am. Still wondering why.
Apa blogger tidak memperkenankan saya untuk melihat ke belakang ? Atau ini hanya masalah kode-kode penyusun tampilan yang harus diutak-atik?

Sudah kirim masukan ke blogger?
Sudah. Tapi tetep ga bisa scrolling. Kan sedih.

Kepikiran pindah ke Wordpress. Mungkin 2018 biar sekalian tapi kok yha sayang karena ini blognya udah berkibar dari saya jaman SMP sekitar tahun 2008 dan sempet diikutin lomba juga (meskipun ga menang sih (: ).

Sekian akhir post ini.
Selamat beristrahat.

Minggu, 18 Juni 2017

It never been easy.

It never been easy for me
to believe someone.
Once i believe, i put it all.
When she/he breaks all of those,
I try to not believe anymore.

No.
Sorry is sorry.
But trust and believe isn't as simple as sorry.
Especially when you have those the (hidden) truth relating with me.

                                                                      -if-

Selasa, 23 Februari 2016

Kenapa?

Assalamu'alaikum wr.wb
Hello, world. Hello everyone who let them put their time to see this post.

Baru saja menelepon dengan ibunda.
Entah mengapa setiap berkomunikasi dengan beliau, ada saja momen menangis.
Titik terlemah bagi aku ya ketika menangis. Semua emosi tercurah di setiap air mata yang keluar.
Karena itu, sesakit apapun fisik ini jika masih bisa ditahan untuk tidak menangis, maka saya tahan.
Namun lain halnya saat saya menelpon ibu.
Mungkin karena saya yang paling jarang komunikasi dengan beliau.
Mungkin karena saya yang paling sering bersama beliau sebelum kuliah.
Mungkin karena saya yang paling mirip beliau diantara semua anak-anaknya.
Entahlah.

Sangat sering mendadak mellow ketika mengingat dan merindukan ibu.
Yang saat ini sedang tinggal berjauhan dengan aku.
Beliau yang paling tangguh diantara semua perempuan yang aku kenal seumur hidup aku.
Dengan satu ginjal sejak 1983 namun tetap bisa beraktifitas sebagai ibu, bidan sekaligus perawat.

Semenjak pertengahan 2012 dimana aku mulai kuliah S1, aku seperti hanya dikabarkan hal-hal baik yang terjadi di rumah oleh beliau. Iya. Aku tahu maksud baik beliau agar aku tidak khawatir di perantauan, hanya saja terkadang perasaan tak enak hinggap ketika di rumah ada yang tidak beres.
Sepertinya saya selalu menangis ketika berkomunikasi via telepon dengan beliau karena ketakutan akan kehilangan beliau.
Jarak yang tidak pendek untuk ditempuh antara rumah dan perantauan membuat saya sering dicekam rasa khawatir ketika orang tua yaitu ibu, ayah ataupun uni Indah ada yang sakit.
Selalu beliau menjawab "yang penting kan ri selalu berdoa buat ibu, ayah, uni di sini" ketika aku marah saat mengetahui ada yang sakit di rumah.

Selalu doa terbaik aku haturkan agar beliau umur panjang hingga dapat melihat aku menyelesaikan studi S1 sekarang, studi S2 yang akan datang untuk selanjutnya mengabdi sebagai dosen, memberangkatkan beliau ke tanah suci, dan membahagiakan beliau.
Sehat-sehat ya, bu.

-Riri-

Rabu, 13 Januari 2016

So How to Deliver Love?

Hello. Welcome. Pa Kabar kaka?
Firstly wanna write "Happy 22" for me. Wish me luck for this years ahead. Aamiin.

In this post i just wanna typing my thought so i can read it later. Yap.

This year seem so to be a great year for me. Why? Cause i write down so much things to do, everyday, except love thing-y. Since i have none to love except my family and my closefriend, so i wonder about "How to Deliver Love". Epic? Yes, maybe.
I say bout that cause in fact seems i never deliver love in good ways, especially for a man. Why i say like that? cause every i have crush with someone, it'll no longer happen. It'll gone in some days or weeks. I don't know why but i always try to make it not happen but the reality not like that.

But one thing that i always remember that everyone is start with friendship. When you can make a good friendship with someone or some people, it will make your personality more "rich." So now i seem to use "chit-chat method" to deliver my feeling. I've read bout one quote that said that "Find someone that you can have good conversation each other cause in your afternoon, the last thing you can do is talk." Hope this way can make something different for me.

Btw, it's happy to have a conversation with you. I miss our conversation (and you) already.

Selasa, 15 Desember 2015

You prove it.

Jika hanya dengan menjadi teman
Untuk bisa bercakap-cakap denganmu.
Ku rasa tak apa.
Masih jelas balasanmu waktu itu.
Kamu ingin fokus.
Hal itu bisa belakangan.
Dan sekarang kau membuktikannya.
Selamat mencari.
Semoga menemukan apa yang kau cari.

Sincerely
Someone that want to be found by you.

Kamis, 24 September 2015

Waktu

Rindu pada satu nama
Bingung pada akhirnya
Aku ini siapa ?
Mengapa bisa merindu ?
Bagaimana menghilangkannya?

Jauh di sudut sana
Ku benci harus merasa ini
Sungguh

Tapi ku bisa apa
Jika memori di otak terus mengingat tentangmu
Ku lelah merindumu yang bukan siapa-siapaku
Konon, waktu merupakan obat termujarab bukan ?
Semoga iya.

-I. Fajrita-